Generosity

oleh Jose Carol, Senior Associate Pastor

Pada saat saya diingatkan untuk menuliskan Pastor’s Desk untuk bulan Agustus ini mengenai generosity, saya teringat kepada pengalaman saya di awal tahun 2001 melayani salah satu gereja kecil yang berada di antara perbatasan Jakarta dengan Banten. Gereja ini pada saat itu hanya memiliki jemaat kurang dari 35 orang dan persembahan mingguan mereka juga sangat amat kecil. Total persembahan mereka setiap minggu di bawah Rp 50.000,- karena mereka semua memiliki latar belakang ekonomi yang sangat terbatas.

Pada saat saya mempersiapkan diri untuk mengajar di sana, saya ingat betul bahwa pelajaran pertama yang Roh Kudus ingatkan untuk saya ajarkan adalah mengenai generosity. Dengan segala keterbatasan saya pada saat itu, saya sempat sedikit berdebat dengan Roh Kudus, karena menurut pikiran saya, walaupun generosity adalah pelajaran yang harus diajarkan, namun mungkin sebaiknya bukan sebagai pelajaran yang pertama yang harus diajarkan kepada mereka. Bagaimana mungkin mereka yang berkekurangan diajarkan untuk bermurah hati, sebelum mereka diajarkan dan mengalami kehidupan di dalam berkat dan kelimpahan?

Melihat bagaimana jemaat tersebut bertumbuh menjadi 400-500 jemaat dengan kemampuan membangun gedung gereja mereka yang megah secara mandiri, membuat saya mengerti, bahwa betul generosity is more about our being, not just about our giving.

Generosity is more about our being, not just about our giving.

Pada saat Tuhan ingin memperbesar kehidupan kita, Dia memberikan dan melipatgandakan benih yang ada di tangan kita1  dengan tujuan supaya kita menaburkan benih tersebut sehingga bertumbuh dan berbuah berlipatganda. Benih yang berada di dalam genggaman tangan kita dapat berupa waktu, kasih, perhatian, pujian, dukungan, materi maupun uang.

Saya berdoa supaya bulan ini kehidupan Anda bertumbuh, bertambah besar, dan berbuah lebat, dan bahkan supaya sukacitamu bertambah-tambah karena generosity juga menentukan tingkat kebahagian kehidupan. Alkitab berkata lebih besar sukacita memberi daripada menerima. Selamat belajar dan melakukan!

Tuhan Yesus memberkati!

Jose Carol

SHARE
Previous articleGenerosity
Next articleBook of The Month

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here