Domba yang Diurapi

oleh Shelvia Hendoro, DATE Facilitator

Di zaman dahulu, terutama di musim-musim tertentu, serangga seperti lalat, nyamuk, dan kutu dapat menyerang ternak domba. Serangga ini akan hinggap di hidung domba, bertelur, dan masuk ke dalam hidung dan telinga domba, bahkan ke dalam otak domba. Domba yang teriritasi akan membenturkan kepala mereka untuk menghilangkan rasa sakit, dan pada akhirnya iritasi ini bisa membunuh domba tersebut.

Para gembala domba biasa membuat campuran minyak zaitun dan menuangkan minyak tersebut ke atas kepada domba, terutama di sekitar hidung, mata, dan telinga. Kemudian menggosoknya ke dalam bulu domba supaya tidak ada serangga yang bisa hinggap, karena kepala dan badan domba itu menjadi licin.

Kata ‘anointing’ atau pengurapan berasal dari bahasa Latin inungere yang berarti meng­urapi, atau menuang dengan minyak. Di dalam Alkitab sendiri banyak praktek pengurapan yang diceritakan:

1. Pengurapan penghormatan dari seorang tuan rumah kepada tamu.
2. Pengurapan pentahbisan atas sebuah posisi seperti raja, imam, atau nabi.
3. Pengurapan Roh Kudus.

Alkitab mengatakan bahwa Yesus Kristus diurapi oleh Allah dengan Roh Kudus untuk menyebarkan Kabar Baik dan membebaskan orang-orang yang ditawan oleh dosa (Lukas 4:18-19). Saat ini kita sebagai orang Kristen telah diberikan Roh Kudus di dalam kita untuk dapat meneruskan panggilan Kerajaan Allah dan pekerjaan kebenaran di bumi.

Sama seperti domba yang diberi minyak oleh gembalanya, kita sebagai domba-domba Allah juga menerima urapan Roh Kudus dari Tuhan. Urapan ini yang memperlengkapi dan menguatkan kita sehingga kita dapat hidup dan berjalan dalam Roh, berbuah, serta memenuhi panggilan-Nya.

URAPAN PERLINDUNGAN

Minyak urapan juga berbicara tentang perlindungan. Sama seperti domba yang diluluri minyak zaitun sehingga serangga tidak dapat masuk dan membunuh sang domba, urapan Roh Kudus melindungi kita dari hal-hal yang dapat mencelakakan kita, walaupun kelihatannya kecil seperti serangga. “Serangga” dalam hidup kita bisa berarti gesekan-gesekan kecil dengan orang lain, godaan-godaan kecil yang ditawarkan untuk memuaskan daging. Apa pun yang kelihatannya tidak berbahaya. Diurapi Roh Kudus dan berserah kepada tuntunan-Nya, berarti berjaga-jaga pada hal-hal kecil yang pada akhirnya bisa membunuh roh kita. Karena hanya butuh serangga kecil untuk bisa merusak pikiran dan hati kita, yang berakibat merusak hubungan kita dengan orang lain, atau bahkan masa depan kita.

URAPAN PEMULIHAN

Tujuan lain dari minyak zaitun yang dipakai oleh gembala adalah untuk membersihkan luka pada ternak domba. Domba yang tinggal di padang rumput hijau atau peternakan dapat mudah terluka, mungkin karena tergores ranting yang tajam, atau batu kerikil. Sama seperti domba, kita hidup di dunia yang penuh dengan tantangan. Walaupun kita sudah menjadi orang percaya, seringkali kita masih jatuh dalam kesalahan dan dosa. Kita sudah tidak lagi terikat dengan dosa dan akibat maut, namun bukan berarti kita kebal dosa. Yang harus di­ingat adalah darah Yesus telah menebus kita sekali untuk selamanya. Jesus is the ultimate sacrifice. Kita tidak lagi perlu menyembelih korban untuk kesalah­an dan dosa kita. Ketika kita hidup dengan urapan Roh Kudus, berarti kita membiarkan Tuhan senantiasa menguduskan kehidupan kita.

URAPAN OTORITAS

Layaknya seperti minyak pentahbisan yang dituang ke atas kepala raja, kita diberikan ­urpan Roh Kudus dan membawa otoritas Kerajaan Allah di dalam diri kita. Kita mening­galkan cara hidup kita yang lama, dan hidup dalam otoritas Kristus. Hidup dalam otoritas Kristus berarti kita tunduk pada kuasa-Nya, tapi juga berarti kita menjadi pembawa bendera otoritas-Nya ke mana pun kita pergi. Siapa­pun kita, apapun latar belakang kita, kita membawa otoritas Allah di dalam diri kita. Setiap perkatan dan perbuatan kita mencerminkan kedaulatan dan kekuasaan Tuhan. Ini juga berarti kita dibekali dengan kuasa dan penyertaan Tuhan melalui apapun yang kita katakan dan kerjakan. Dalam otoritas ada kuasa, ada kemenangan, ada pembebasan.

Mari kita hidup dengan kesadaran penuh bahwa kita sudah diurapi oleh Roh-Nya, untuk hidup berkemenangan dan menjadi saksi Kristus, melebarkan Kerajaan Allah, sampai Yesus datang kembali.

SHARE
Previous articleDATE Kelapa Gading 43
Next articlePengurapan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here