Next Gen

oleh Kenny Goh, Next Gen Ministry Head

Di era digital ini sangatlah mudah bagi anak-anak untuk mendapatkan informasi. Ada informasi yang baik, yang buruk, yang mungkin terlalu dini untuk diterima. Tingkat kecerdasan semakin meningkat dan banyak orang tua atau orang dewasa yang berusaha untuk mengendalikan atau memantau anak-anak mereka akhirnya kewalahan untuk menyikapi perubahan yang pesat ini.

Namun kecerdasan tidak sama dengan kedewasaan, dan informasi tidak sama dengan hikmat. Salah satu kebutuhan terbesar yang dialami oleh generasi muda saat ini adalah keberadaan pribadi-pribadi yang dewasa dan bijak. Oleh sebab itu, orang tua dan gereja harus memikirkan kembali dan mengubah cara kita mendidik anak-anak, siswa, dan mahasiswa. Yang diperlukan bukan lagi guru yang menyampaikan informasi. Yang diperlukan adalah seorang pembimbing yang membantu untuk menginterpretasikan semua informasi yang ada karena kedewasaan seseorang terlihat dari cara dia memandang semua aspek kehidupannya.

Anak muda hanya bisa dibimbing apabila ada hubungan yang sudah dibangun di atas dasar kepercayaan. Itulah sebabnya kami percaya perlunya banyak orang dewasa yang cinta Tuhan dan berkomitmen untuk tidak hanya sekedar mampu mengajar, tetapi mau membina hubungan dengan anak-anak.

Ada tiga hal yang harus dilakukan untuk membangun hubungan dan kepercayaan dengan mereka:

1. Hadir Secara Konsisten

Banyak anak-anak bergumul dengan keadaan ketika anggota keluarga mereka sendiri keluarga teman mereka tidak selalu ada, sehingga mereka tidak merasa aman dan tidak dihargai. Kita harus berusaha sebisa mungkin untuk mewakili kehadiran dan kepedulian Tuhan dalam hidup mereka.

2. Selalu Ingatkan Akan Potensi Mereka

Di jaman media sosial, mudah sekali untuk anak-anak membanding-bandingkan satu sama lain, merasa lebih baik atau lebih buruk dari teman-teman sepadan. Mereka perlu seorang dewasa untuk mengingatkan mereka bahwa mereka diciptakan dalam rupa dan gambar Allah. Mereka unik, dikasihi, dihargai, bernilai, dan masing-masing memiliki panggilan dan masa depan yang luar biasa dalam Tuhan.

3. Menjadi Teladan Bagi Mereka

Lebih dari sekedar teori dan prinsip, anak-anak akan mencontohi respon dan perilaku kita dalam keseharian kita. Kita tidak dituntut untuk jadi sempurna, tapi kita dituntut untuk menjadi dewasa dalam perjalanan kita bersama dengan Tuhan.

Hubungan dan kepercayaan yang kita bangun dengan anak-anak muda merupakan sebuah kondisi yang kondusif untuk Roh Kudus bisa bekerja – dalam membentuk anak-anak menjadi lebih seperti pribadi Kristus.

Kenny Goh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here