Life-Giving Worship

oleh Della Iryanto, DATE Leader Kosambi 3

Dalam Matius 4:8-11 dikatakan demikian: 8) Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, (9) dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” (10) Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (11) Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.

Melalui cerita di atas dapat dilihat bahwa di dalam pencobaan yang diberikan iblis kepada Tuhan Yesus, menurut saya yang paling menarik ada di pencobaan yang ketiga,  di mana iblis menyinggung tentang penyembahan dan meminta Tuhan untuk menyembah dia. Kalau kita ingin menggoda pendirian seseorang, biasanya kita akan memberikan sesuatu yang sangat menggiurkan sehingga orang itu susah untuk menolaknya. Itulah yang dilakukan iblis pada pencobaan ketiga, yang mana merupakan kesempatan terakhir bagi iblis.

Dari kejadian di atas, ada tiga hal yang dapat kita pelajari yaitu:

  1. Iblis akan selalu berusaha membuat kita menyem-bah dia atau dunia dengan cara menggoda kita dan berjanji akan memberikan segala hal duniawi yang kita anggap penting menjadi kepunyaan kita. Hal tersebut bisa berupa pekerjaan, ketenaran, status sosial, atau apa pun yang membuat hati, fokus, dan prioritas hidup kita bergeser dari Tuhan.
  2. Penting bagi kita untuk memiliki koleksi pe-ngetahuan akan firman Tuhan. Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
  3. Di ayat tersebut dikatakan “tertulis”, tetapi tertulis di mana? Di situlah dibutuhkan pengetahuan yang benar akan firman Tuhan. Dari sejak Perjanjian Lama, pada masa kehidupan Abraham, Musa, Yosua, dan nabi-nabi lainnya, Tuhan Yesus selalu menyatakan agar kita selalu menjaga ketetapan Dia dan tidak boleh ada allah lain di dalam kehidupan kita. Memilih apa yang mau kita sembah selalu merupakan keputusan kita sendiri. Lalu iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.

Iblis hanya bisa menawarkan tetapi pilihan selalu ada di tangan kita untuk menentukan apa atau siapa yang akan kita sembah.

Sebab apa atau siapa yang kita sembah akan menentukan arah kehidupan kita dan selanjutnya akan menjadi penentu prioritas di dalam kehidupan kita.

Mengapa kita sering merasa apa yang kita sembah itu selalu menjadi peperangan di dalam kehidup-an kita? Because we become what we worship and what we worship will be the object that influences us, in what we say and how we will behave toward other people.

Tuhan Yesus rindu untuk kita dapat menjalankan amanat agung yang Dia berikan kepada kita, yaitu jadikanlah semua bangsa murid-Ku. Kita dapat melakukan amanat tersebut dengan menjadi penyembah-penyembah benar yang menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. Tuhan Yesus sudah menjadi contoh bagaimana menjadi penyembah yang benar dengan kehidupan penyembahan-Nya kepada Bapa. Dia menyentuh banyak kehidupan orang dan membawa hidup semua orang tersambung kembali kepada Bapa. Sehingga dapat de-ngan jelas dilihat sampai sekarang apa yang Dia tinggalkan tetap ada dan bahkan semakin besar pengaruh dan pengajaran-Nya.

Jadi, apa yang dapat kita pelajari melalui teladan yang Tuhan Yesus telah lakukan untuk kita:

  1. Dia menang dari pencobaan untuk tunduk dan menyembah iblis.
  2. Dia memberikan dasar alasan yang jelas mengapa kita harus menyembah Dia, karena Dia adalah Tuhan yang sudah disalib dan bangkit.
  3. Worship is the highest level of communication, dengan mempunyai lifestyle of worship yang benar kepada Dia, kita dapat menjadikan segala bangsa murid-Nya melalui cerminan hidup penyembahan kita kepada Tuhan Yesus. Sebab kita cenderung menjadi seperti apa atau siapa yang kita sembah.

Bagaimana kita menyembah Tuhan akan menunjukkan seberapa besar nilai Tuhan di mata kita.

Dia sudah menang, Dia sudah memberikan kita alasan untuk menyembah Dia, dan Dia sudah memberikan tujuan dan arti untuk kehidupan kita yaitu untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya dengan menjadi representasi-Nya di dunia ini. That’s life giving worship for me. God bless.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here