Apa Saja yang Ditemukan di Dalam Makam Wazir Agung?

oleh Ian Vail

Manfred Bietak dan timnya menggali makam di Avaris pada saat Musim Semi di Belahan Utara di bagian selatan taman istana pada tingkat strata D/1 pada tahun 1987. Struktur makam yang besar tersebut berukuran 12 x 7 meter.

Makam ini adalah makam terbesar yang ditemukan di daerah Avaris dan merupakan makam paling penting di dalam kompleks taman tersebut. Ia tertutup dengan sebuah sisi piramida yang elegan, dimana bagian tersebut akhirnya harus dikeluarkan supaya lapisan di bawahnya dapat digali. Ada banyak laporan penggalian yang ditulis oleh Manfred Bietak yang menjelaskan rincian dari apa saja yang ditemukan di sana dan ada banyak artikel yang ditulis untuk merangkum laporan-laporan tersebut.

Tempat ini benar adalah makam Yusuf apabila memenuhi kriteria-kriteria berikut ini:

  1. Harus ditemukan dalam konteks historis dan geografis yang tepat.
  2. Jenazahnya tidak ada di dalam makam.
  3. Jenazahnya seharusnya diambil tanpa ada tanda-tanda penjarahan di makam.
  4. Makam tersebut seharusnya berciri khas Mesir, tetapi harus ada bukti peninggalan Asia dari jenazah yang dimakamkan di dalamnya.
  5. Mengingat martabat jenazah yang dimakamkan di dalamnya, makam tersebut seharusnya luar biasa.

Semua kriteria di atas ditemukan saat Bietak dan timnya membuka makam Wazir Agung Departemen Utara. Yang pasti, makam itu dibangun untuk orang yang pernah menduduki istana dan memiliki kedudukan sangat penting di masyarakat. Makam tersebut ditemukan hampir kosong sama sekali. Tidak ada jenazah, mumi, dan kain yang biasa dipakai untuk membebat mumi. Ruang pemakaman telah dilucuti bersih. Ini sesuai dengan kecurigaan bahwa Wazir Agung ini tidak lain adalah Yusuf, anak Yakub.

Rincian tersebut sesuai dengan apa yang tertulis di dalam Kitab Kejadian tentang akhir kisah Yusuf: Musa membawa tulang-tulang Yusuf, sebab tadinya Yusuf telah menyuruh anak-anak Israel bersumpah dengan sungguh-sungguh: “Allah tentu akan mengindahkan kamu, maka kamu harus membawa tulang-tulangku dari sini.” (Kel. 13:19)

Meskipun tidak ada jenazah yang tertinggal di makam Wazir Agung, ada sesuatu yang sangat menarik yang tertinggal di sana. Saya mengusik Anda pada akhir Nugget sebelumnya dengan gagasan mengenai apa yang mungkin kita temukan di dalam lemari Yusuf. Ya, saya harus mengakui bahwa itu adalah taktik saya untuk menyoroti apa yang ditemukan. Jubah warna-warni Yusuf tidak ditemukan. Tetapi mereka yang membuka makam tersebut membuat penemuan yang agak menakjubkan. Mereka menemukan sejumlah besar gumpalan batu kapur putih. Batu-batu kapur putih yang rusak ini adalah sisa-sisa sebuah patung besar. Patung tersebut jelas patung pemilik makam. Bagian leher dan bahu patung pemiliknya tetap ada. Kepala patung itu terbaring terpisah dari tubuhnya dan tampak ada usaha untuk membelahnya menjadi dua. Ada bekas cacat yang tersisa dari serangkaian pukulan keras di kepalanya. Wajahnya telah rusak, hidungnya pecah dan mata yang bertatahkan permata tercungkil keluar.

Wajah Wazir tersebut dicat dengan pigmen pucat yang merupakan pigmen standar yang digunakan orang Mesir untuk menggambarkan orang asing dari Levant atau Palestina. Ciri-cirinya adalah orang Asia, tapi dia tidak berjenggot. Ia dicukur bersih seperti semua orang Mesir. Rambutnya berwarna merah dan dibentuk seperti bentuk jamur. Di sebelah kanan dadanya, sang Wazir Agung memegang sebuah “tongkat lempar” (sejenis bumerang) yang mewakili simbol Mesir untuk orang asing. Patung Wazir Agung adalah patung orang Syria atau Palestina yang telah sepenuhnya berintegrasi ke dalam budaya Mesir. Tubuh terbungkus dalam sebuah jubah berwarna-warni. Jubahnya terdiri dari pola garis-garis geometris merah dan biru serta persegi panjang yang dihias dengan warna hitam dan putih. Jubah ini sangat mirip dengan kostum yang dikenakan oleh orang Asia di makam Khnumhotep di Beni Hasan.

Manfred Bietak dan timnya belum menemukan jubah warna-warni Yusuf. Jika Anda mengenali Alkitab Anda dengan baik, maka Anda akan tahu bahwa jubah Yusuf dicelupkan ke dalam darah domba dan kemudian dibawa untuk ditunjukkan kepada Israel (Yakub) sebagai “bukti” kematiannya. Namun mungkin mereka telah menemukan hal terbaik berikutnya – patung Yusuf yang mengenakan jubah berwarna-warni. Merupakan suatu hal yang menakjubkan bahwa Firaun mengizinkan patung seseorang yang bukan asli orang Mesir itu dibuat. Dan lebih daripada itu, untuk memakamkan Wazir Agung di bawah sebuah piramida Mesir merupakan suatu hal yang cukup luar biasa dan menunjukkan penghargaan yang diberikan orang Mesir kepada Yusuf.

David Rohl berteori bahwa patung itu telah dirusak oleh penduduk kota setelah orang Israel pergi. Karena kesal oleh fakta bahwa Wazir Agung mereka vyang terhormat telah meninggalkan mereka, mereka melampiaskan kemarahan mereka pada patung Yusuf yang tertinggal.

Setelah kita mengumpulkan semua bukti yang ada, sulit menyangkal bahwa semua bukti tersebut sesuai. Bukti yang ditemukan di dalam kerangka waktu yang sesuai dengan Kronologi Baru Rohl di lokasi geografis yang tepat, bersesuaian dengan semua bukti Yusuf lainnya. Saya setuju dengan Rohl dan Bietak. Kita telah menemukan Yusuf di Mesir.

SHARE
Previous articleCD of The Month
Next articleNext Gen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here