Spirit-led Life

oleh Jose Carol, Senior Associate Pastor

Mungkin karena pekerjaan saya adalah seorang pendeta, sehingga saya sering sekali ditanya mengenai apa yang menurut pandangan saya sebenarnya membedakan kekristenan dari yang lainnya, termasuk pernah oleh seseorang yang menyebut dirinya atheis yang tidak mengakui keberadaan Tuhan sebagai pencipta semesta ini.

Salah satu siknifikansi yang paling mendasar dan utama adalah bahwa Tuhan kita tinggal di dalam kita. Kita adalah bait-Nya dan Roh Kudus tinggal di dalam kita dan menjadi penolong kita .

Kehidupan kita sebagai orang Kristen ada-lah perjalanan kita bersama Roh Kudus menuju penggenapan rencana yang telah Bapa di surga tetapkan bagi setiap kita, sehing-ga pengenalan kita akan Pribadi Roh Kudus yang disertai dengan ketaatan kita kepada Sang Hidup yang tinggal di dalam diri kita, akan menentukan sejauh apa kehidup-an kita dapat berbuah dan berdampak.

Sesungguhnya bukti bahwa Roh Kudus Sang Hidup itu tinggal di dalam kita adalah dengan menunjukkan kehidupan yang penuh dengan kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri dalam kehidupan kita. Alkitab menyebut semua itu sebagai buah Roh, dan tidak akan ada hukum atau agama apapun yang menentangnya.

Selain itu, kekristenan tidak berhenti di diri kita saja, karena Tuhan sangat ingin bekerja bersama dengan dan melalui kita. Itu sebabnya Dia memberikan karunia-karunia Roh kepada kita untuk pelayanan kepada jemaat-Nya  dan pembangunan tubuh-Nya.

Buah Roh adalah pekerjaan Roh Kudus di dalam diri kita dan Karunia Roh adalah pekerjaan Roh Kudus melalui kita.

Lewat tema kita bulan ini, Spirit-led Life, bersama-sama kita akan belajar lebih dalam lagi untuk mengenal Pribadi Roh Kudus, sa-ling menye-mangati satu dan lainnya untuk menghasilkan buah Roh, dan belajar untuk mempergunakan karunia-karunia Roh yang Bapa di surga percaya-kan kepada setiap kita untuk melayani kebutuh-an orang-orang yang Tuhan bawa kepada kita.

Selamat belajar, berbuah, dan melayani. Tuhan Yesus memberkati.

Jose Carol

SHARE
Previous articleHow to Hear God’s Voice
Next articleApril 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here