Show Them Jesus

oleh Boyke Dimas K., Youth Mentor

Sebagai pengikut Kristus, kasih menjadi salah satu identitas kita. Yesus sudah mengasihi kita terlebih dulu, maka kita pun mengasihi sesama. Bersyukur sekali saya dipercaya para leader JPCC Youth untuk melayani sebagai mentor. Peran mentor membuat saya lebih memahami kasih dari sisi lain. Pandangan saya saat ini tentang kasih pun makin dalam dibanding saat-saat awal menjadi mentor.

Pertanyaannya, kasih itu apa sih? Di 1 Korintus 13:4-7, Love is patient, love is kind. It does not envy, it does not boast, it is not proud. It does not dishonor others, it is not self-seeking, it is not easily angered, it keeps no record of wrongs. Love does not delight in evil but rejoices with the truth. It always protects, always trusts, always hopes, always perseveres.

Pada masa awal menjadi mentor, saya pakai firman tersebut sebagai panduan dalam proses mentoring. Saat itu, saya berpikir jika saya konsisten lakukan semua itu, pasti segala sesuatu lancar. Namun, ternyata tidak mudah dan penuh tantangan. Beberapa kali hasil mentoring tidak sesuai harapan saya secara pribadi.

Di suatu momen saya bertanya, “Kok gini ya, Tuhan? Saya sudah lakukan kasih seperti yang Tuhan mau.” Pada saat itu, Tuhan menyadarkan saya, “What are you doing? Love? Who is love?”

Yes! Tuhan ingatkan saya tentang Who. Saya terlalu sering lebih asyik mengutak-atik What atau How dalam menunjukan kasih pada sesama tetapi melupakan fokus dan tujuan seharusnya. Seharusnya, fokus dan tujuan pelayanan bukan melulu pada apa yang kita lakukan.

Tujuan pelayanan adalah to show Jesus sehingga mereka bisa mengalami Yesus secara pribadi. Iman mereka tumbuh secara otentik, bukan karena ikut-ikutan orang lain. Authentic Faith.

Momen sangat menyenangkan sebagai mentor adalah ketika melihat dan memfasilitasi proses pertumbuhan dan perkembangan youth mengalami authentic faith.

SHARE
Previous articleA Place to Learn
Next articleInfluence

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here